Mudahnya Investasi Kesehatan dengan Food Combining - Kawan Pustaka | Penerbit Buku

Mudahnya Investasi Kesehatan dengan Food Combining

food comb thmb

food comb thmbSaat ini, beragam istilah untuk gaya hidup sehat terus berkembang tiap harinya. Contohnya seperti mayo diet dan clean eating. Di dalam kedua diet tersebut, terdapat beberapa peraturan yang – bagi orang awam – sulit dilakukan. Misalnya seperti memasak tanpa garam. Tentu hal itu seperti “menyiksa” diri, bukan?

food comb

Saat ini, beragam istilah untuk gaya hidup sehat terus berkembang tiap harinya. Contohnya seperti mayo diet dan clean eating. Di dalam kedua diet tersebut, terdapat beberapa peraturan yang – bagi orang awam – sulit dilakukan. Misalnya seperti memasak tanpa garam. Tentu hal itu seperti “menyiksa” diri, bukan?

Namun ada salah satu gaya hidup sehat yang ternyata sudah sejak lama dikenal dan tidak membuat pelakunya tersiksa. Namanya adalah Food Combining. Food Combining adalah pola makan seimbang yang sederhana dan fleksibel. Seperti apa Food Combining itu?

Food Combining memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh, kemudian mengatur asupan makanan yang sesuai dengan itu semua. Uniknya, dalam Food Combining tidak pernah mengatur seberapa besar porsi makan kita, asal tubuh mendapat asupan yang cukup. Kita boleh makan sampai kenyang, tapi tidak berlebihan.

Dalam Food Combining dikenal sebuah istilah yang bernama irama sirkadian (Circadian rhythm). Irama sirkadian ini adalah siklus yang berlangsung selama 24 jam dalam proses fisiologis makhluk hidup. Setiap fungsi di tubuh kita memiliki irama biologis. Seperti sistem pencernaan yang terbagi atas 3 fase. Fase pertama adalah fase cerna pada pukul 12.00-20.00. Gunakan fase ini untuk mengonsumsi makanan berkualitas dengan kombinasi yang tepat. Fase kedua adalah fase serap pada pukul 20.00-04.00. Fase ini adalah waktu tubuh berkonsentrasi menyerap zat-zat makanan yang telah dicerna. Fase terakhir adalah fase buang pada pukul 04.00-12.00. Pada fase ini, tubuh mengalokasikan sebagian besar energi untuk pembuangan sisa metabolisme. Maka sebaiknya fase ini digunakan untuk mengonsumsi makanan yang mudah dicerna.

Food Combining memperhatikan padu padan jenis makanan agar seimbang dan sesuai asupan. Contohnya:

Pati (karbohidrat) + Protein Nabati

Pati + Sayur

Protein hewani + Sayur

 

Paduan makanan di atas baik untuk tubuh, karena jika dilihat dari cara cerna, mereka saling mengimbangi. Misalnya antara pati dan sayur. Lalu ketika protein hewani bertemu dengan sayur, mereka saling melengkapi karena sayuran akan membantu pencernaan protein hewani.

Ada pun larangan dalam Food Combining adalah

Pati + Protein Hewani = NO!

Mengapa? Karena berkaitan dengan aktivitas enzim pencerna keduanya yang memiliki perbedaan. Karbo dicerna oleh amilase, sedangkan protein hewani dicerna dengan bantuan enzim pepsin. Protein hewani merangsang lambung untuk mengeluarkan asam, sementara amilase tidak dapat bekerja optimal dalam suasana yang terlalu asam. Jika mereka bercampur, waktu cerna keduanya jauh lebih lama dan bisa menyebabkan makanan membusuk di dalam tubuh.

Lalu bagaimana caranya memulai Food Combining? Berikut tip praktisnya:

– Minum segelas air hangat perasan jeruk nipis setelah bangun tidur

– Makan buah untuk sarapan atau kudapan sore

– Perbanyak porsi sayur setiap kali makan

– Makan dalam kondisi duduk tenang dan jangan terburu-buru

– Kunyah makanan dengan baik selama 30-60 kali

Yuk, mulai investasi kesehatan Anda dari sekarang!


food combiningAnda tertarik untuk menjalankan Food Combining? Buku Food Combining dari Widyanti Yuliandari, ST menjelaskan dengan mudah dan lengkap tentang Food Combining. Tidak hanya itu, terdapat beragam resep masakan untuk Anda yang ingin menjalankan Food Combining.

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kawan Pustaka | Penerbit Buku

We Are Hiring Interns!

po lost and found