Description
Suatu hari saat latihan bersepeda, Rawi jatuh. Bukan jatuh yang parah. Tapi cukup untuk membuat saya marah dan kecewa. Dalam hati saya, muncul suara:
“Kenapa tidak lebih fokus?”
“Padahal papa sudah latih kamu.”
Seketika itu juga saya sadar dan terdiam. Saya bertanya pada diri sendiri,
“Siapa yang sedang berbicara sekarang? Saya sebagai ayah? Atau anak kecil dalam diri saya yang takut gagal?”
Pertanyaan itu mengubah cara saya melihat diri sendiri. Bahwa ketika kita mudah marah pada anak karena kesalahan kecil, itu sering kali bukan tentang anak. Itu tentang masa lalu yang belum sembuh.
Tentang ketakutan lama yang belum selesai. Tentang kebutuhan akan pengakuan yang belum pernah dipenuhi. Dan sering kali, anak kitalah yang tanpa sadar membangkitkannya.
Buku ini berbagi kisah perjalanan orangtua dalam mengantarkan anak menjadi seorang juara. Namun yang terpenting dari itu semua adalah bukan hanya tentang membentuk masa depan mereka tapi bagaimana berdamai dengan masa lalu kita sendiri. Baca dan pahami sampai kita sadar bahwa anak adalah guru kecil yang paling jujur. Dan dalam Pushbike Parenting orangtua dipacu untuk selalu bermain, bergerak, dan hadir bersama anak.




