Sebagai orang tua, jujur saja: kita ingin anak aktif, berprestasi, dan punya mental pemenang. Tapi sadarkah kita? Seringkali demi sebuah piala atau gelar juara, kita egois, panik, dan tanpa sadar menekan mereka hingga stres.
Pertanyaannya: Berprestasi itu kemauan anak, atau sekadar ego kita yang haus validasi?
Suatu hari saat latihan bersepeda, Rawi jatuh. Bukan jatuh yang parah — tapi cukup untuk membuat saya marah dan kecewa. Dalam hati muncul suara: "Kenapa tidak lebih fokus? Padahal papa sudah latih kamu."
Seketika saya terdiam. Saya bertanya pada diri sendiri: "Siapa yang sedang berbicara sekarang? Saya sebagai ayah? Atau anak kecil dalam diri saya yang takut gagal?"
Buku ini berbagi kisah perjalanan orangtua dalam mengantarkan anak menjadi seorang juara — namun yang terpenting bukan hanya membentuk masa depan mereka, tapi bagaimana berdamai dengan masa lalu kita sendiri.
Baca dan pahami sampai kita sadar bahwa anak adalah guru kecil yang paling jujur. Dan dalam Pushbike Parenting, orangtua dipacu untuk selalu bermain, bergerak, dan hadir bersama anak.
| Judul | Pushbike Parenting |
| Subjudul | Memutus Warisan Luka, Menumbuhkan Mental Juara |
| Ukuran | 14 × 20 cm |
| Tebal | 144 halaman |
| Harga Resmi | Rp89.000 |
"Mental juara tidak lahir saat anak selalu menang. Mental juara lahir saat anak merasa aman untuk bangkit setelah jatuh."
"Kontrol mungkin bisa menciptakan juara, tapi bimbingan menciptakan manusia yang utuh."
"Jika tekanan datang dari luar tapi rumah tetap aman, anak akan tumbuh tahan banting. Tapi jika tekanan datang dari rumah, anak kehilangan tempat berlindung."
"Anak tidak akan merasa tertekan jika ia merasa didengar. Anak tidak akan merasa dipaksa jika ia merasa dilibatkan."
"Awalnya mikir ini cuma buku sepeda anak. Ternyata salah besar — ini buku buat kita, orang dewasa yang lagi berjuang sembuhkan luka masa lalu. Pas banget buat yang ngerasa ilmu parenting-nya masih kurang."
— Linda, 46 th · Ibu rumah tangga"Tamparan keras buat bapak-bapak. Nyadarin saya kalau kita harus hadir utuh buat emosi anak, bukan jadi sosok yang ditakutin di rumah. Dalem banget isinya."
— Hakim, 35 th · Pegawai kantoran"Ngebuka luka lama tapi sekaligus ngasih obatnya. Buku ini bantu banget buat ortu yang lagi otw sembuhkan trauma masa kecil, biar pola asuh yang kasar stop di kita aja."
— Budiansyah, 57 th · Guru SD"Salut banget! Ngingetin kalau sehebat apapun anak di sirkuit, dunia mereka tetap bermain. Jaga mental anak biar gak burnout jauh lebih penting dari piala."
— Hidayat, 45 th · Bapak rumah tanggaPre-Sale 22 Mei – 2 Juni 2026 · Stok terbatas
Benefit Bonus Eksklusif: