Tidak Perlu Diet Ekstrem untuk Langsing

diet ekstrem bahaya

Banyak orang yang tidak sadar bahwa masalah berat badan berlebihan tidak bisa diselesaikan dengan berdiet.

Sebenarnya, masalah berat badan berlebihan berhubungan erat dengan makanan dan kebiasaan makan yang tidak sehat yang dikonsumsi dan dilakukan terus-menerus, yang lama-kelamaan menimbulkan gangguan metabolisme dan gangguan hormon.

Orang yang susah menurunkan berat badan artinya memiliki metabolisme yang tidak sehat dan juga memiliki gangguan hormon. Yang hanya bisa dikembalikan dan menjadi sehat kembali lewat cara:

  • menghentikan makanan-makanan yang tidak sehat, terutama fructose dan karbohidrat sederhana;
  • di saat yang sama, mengonsumsi makanan-makanan sehat (karbohidrat kompleks, serat sayuran, protein natural dan air).

Hanya bila metabolisme kita telah kembali sehat maka kita dapat menurunkan badan tanpa harus melakukan diet ekstrem, makan obat atau makanan sakti, melakukan berolahraga berlebihan ataupun melakukan operasi.

Menurut Sandra Aamodt, Ph.D dalam bukunya “Why Diets Make Us Fat”, diet ekstrem justru adalah cara paling ampuh untuk menjadi gemuk.

Mengapa?

Gangguan metabolisme dan gangguan hormon yang disebabkan oleh diet ekstrem justru membuat tubuh kita tidak bisa mencerna makanan dengan baik. Tubuh kita malah akan menyimpan cadangan lemak dan bahkan merubah setiap makanan yang masuk menjadi cadangan lemak akibat tubuh merasa kekurangan makanan dan nutrisi gara-gara diet ekstrem yang dijalani.

Dan jangan juga berharap makanan ajaib bisa membuat kurus dalam sekejap!

Banyak orang yang aku temui bertanya atau berbagi keluhan, “Berat badanku kok nggak turun-turun ya? Padahal sudah makan nasi merah”. Atau, “Katanya VCO bisa membuat kurus, ya?” Atau, “Aku masih saja gemuk, padahal sudah berhenti makan makanan yang digoreng”.

Mendengar pertanyaan atau keluhan seperti ini biasaya aku akan bertanya kembali, yaitu “sambil makan nasi merah, atau VCO, atau berhenti makanan gorengan, apakah juga:

  • sudah berhenti makan gula (fructose)?
  • sudah mengurangi kerbohidrat sederhana, terutama tepung proses?
  • sudah mengurangi makanan yang tidak sehat lainnya?
  • sudah menambah asupan makanan sehat (bergizi)?
  • sudah makan dengan komposisi seimbang dan porsi yang benar?
  • sudah banyak makan sayur?
  • sudah makan teratur 5x dalam sehari?
  • sudah olah raga teratur?
  • sudah istirahat cukup?
  • sudah de-stressing?
  • sudah berhenti melakukan kebiasaan buruk, seperti makan sambil nonton TV atau minum alkohol?

Makan nasi merah saja, atau makanan super lainnya saja, tidak akan membuat kita kurus, apalagi sehat. Karena tubuh kita perlu berbagai macam nutrisi dan waktu untuk memperbaiki metabolisme, hormon dan kerja organ.

Jadi, yang diperlukan adalah pola makan sehat yang didukung dengan olah raga teratur, cukup istirahat dan de-stressing, alias pola hidup sehat menyeluruh. Inilah yang diperlukan oleh tubuh kita untuk bisa me-reset dan memulihkan kesehatan metabolisme dan keseimbangan hormon.

Lakukan semua itu dan beri waktu bagi tubuh kita untuk me-reset dan memulihkan dirinya sendiri. Berapa lama? Tergantung berapa besar kerusakan dalam tubuh kita. Kita harus sabar dan mau menjalankan prosesnya. There is no quick fix. Tapi, setelah beberapa lama menjalankan pola hidup sehat secara menyeluruh,

metabolisme, hormon dan kerja organ kita akan kembali normal. Dan bila sudah kembali normal, maka berat badan kita akan berangsur-angsur turun dengan sendirinya.

Jadi, berhentilah melakukan diet ekstrem! Untuk kurus, makanlah dengan benar (sehat). Dan hiduplah dengan pola hidup sehat.

Ini pengalaman pribadiku.

Pada saat mengalamani Adrenal Fatigue dan gangguan metabolisme, berat badanku pernah melonjak dari 45 kg ke 70 kg lebih. Aku kemudian berhasil menurunkan berat badanku kembali ke 55 kg (berat idealku) tanpa berdiet. Yang aku lakukan adalah pola hidup sehat menyeluruh.

Perlu waktu 2 tahun untuk badanku memulihkan metabolisme dan keseimbangan hormon. Tapi setelah badanku kembali mampu bekerja dengan normal, tanpa aku harus berusaha, berat badanku terus berangsur turun dan hanya dalam hitungan bulan akhirnya mencapai berat badan ideal. Aku kembali ke berat badan 55 kg tanpa merasa lapar, lemas ataupun sakit. Dan yang paling penting, aku tidak hanya kurus, tapi tetap sehat dan bugar. Oya, berat badanku pun stabil, alias tidak pernah naik kembali. Sampai sekarang.

Baca informasi ter-update seputar pola makan sehat dalam buku Eating Clean & Panduan Mudah Eating Clean karya Inge Tumiwa Bachrens

 

Foto: Pixabay.com

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *