Mitos & Fakta Makanan Sehat

mitos gula

Bicara soal makanan sehat, tahukah Kawanita, bahwa tidak semua makanan sehat itu benar-benar baik untuk tubuh kita?

Nah, berikut adalah beberapa mitos dan fakta seputar makanan sehat yang wajib Kawanita ketahui.

Gula

Mitos: Kawanita tentu tahu bahwa gula dapat menambah tenaga kita secara alami. Semakin sering mengonsumsi gula, berarti semakin bertenaga. Tapi apa benar seperti itu?

Fakta: menurut para ahli, tubuh manusia sebenarnya tidak memerlukan banyak gula. FYI, gula adalah sumber tenaga yang paling mudah dibakar oleh tubuh. Karena itu, walaupun gula dapat menambah tenaga kita dalam waktu singkat, namun tenaga tersebut akan dengan cepat pula terkuras. Membuat kita merasa membutuhkan gula kembali. Lagi dan lagi. Dan, pada akhirnya membuat kita ketagihan gula. Kelebihan gula inilah yang akan disimpan sebagai lemak di tubuh. Efeknya, menambah berat badan serta dapat merusak organ hati kita.

 

Pemanis buatan

Mitos: pemanis buatan lebih sehat untuk dikonsumsi.

Fakta: jauhi semua pemanis buatan! Pemanis buatan memang kosong kalori, tapi pemanis buatan juga tidak mengandung nutrisi. Dan, bila dikonsumsi terus-menerus zat kimia yang terkandung di dalam pemanis buatan dapat menimbulkan berbagai efek buruk terhadap kesehatan kita, antara lain dapat memicu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh kita dan memperlambat metabolisme.

 

Nasi putih

Mitos: benarkah nasi putih baik untuk tubuh?

Fakta: nasi putih merupakan sumber karbohidrat kompleks yang paling sederhana dengan kadar gula yang tinggi, tapi minim nutrisi. Mengonsumsi nasi putih berlebihan membuat kita rentan terserang diabetes.

Lantas, apakah kita harus berhenti makan nasi? Tentu tidak. Kawanita bisa mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah atau nasi cokelat. Beras merah atau beras cokelat adalah karbohidrat kompleks yang masih kaya kandungan vitamin dan mineralnya karena proses pembersihan dan penyerderhanaannya jauh lebih sederhana dibanding beras putih.

Serat pada kulit ari beras merah dan beras cokelat yang masih menempel di bagian luarnya membuat makanan ini dicerna secara lebih perlahan dalam tubuh sehingga membuat proses penyerapan glukosa dalam tubuh berjalan lebih lambat dan juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

 

Sayur/buah impor

Mitos: sayur/buah impor lebih bergizi dibanding sayur/buah lokal.

Fakta: sayur/buah impor mengandung zat-zat kimia yang sengaja diberikan untuk membuat sayuran dan buah-buahan itu dapat bertahan lama dan tidak mudah rusak dalam proses pengiriman dari negara asal ke Indonesia.

 

Lemak

Mitos: lemak itu jahat bagi tubuh.

Fakta: tidak semua lemak itu jahat. Lemak terbagi dua, yakni lemak baik—yang dibutuhkan oleh tubuh—dan lemak jahat. Lemak baik/sehat memiliki dampak positif bagi tubuh, antara lain: dapat membantu menjaga stabilias mood, melawan fatigue, dan bahkan menurunkan risiko penyakit jantung.

 

Lemak baik ini bisa didapatkan melalui kacang-kacangan (almond, walnut, pacan, pistachio, kacang mede yang natural, tidak digoreng, dan tidak diberi bumbu), alpukat, olive, biji-bijian (biji wijen, biji labu, biji bunga matahari), ikan salmon, dan ikan tuna. Sedangkan pada minyak, lemak baik terdapat dalam minyak olive, minyak kacang, minyak kelapa, dan minyak wijen.

 

Susu

Mitos: susu baik untuk pertumbuhan anak dan memperkuat tulang.

Fakta: susu mengandung karbohidrat yang kebanyakan disumbang oleh kandungan gula dalam susu yang dikenal dengan nama lactose. Tubuh kita, memerlukan enzim khusus bernama lactese untuk memecah dan mengolah lactose dalam susu. Sayangnya, mayoritas manusia sebenarnya tidak memiliki enzim ini sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah pencernaan, seperti kembung, diare, dan kram. Selain itu, susu juga mengandung banyak protein yang disebut casein yang disebut-sebut dapat menimbulkan alergi. Tidak hanya itu, casein yang terdapat dalam tubuh, bersama dengan jenis protein lain, justru akan menyerap kalsium yang ada dalam tulang kita dan bukan menambahnya.

 

Nah, itulah beberapa mitos dan fakta seputar makanan sehat. Lebih lengkapnya, Kawanita bisa membaca dalam buku Eating Clean yang disusun oleh Inge Tumiwa-Bachrens. Buku ini berisi 20 langkah sukses Inge Tumiwa-Bachrens dalam menjalankan pola hidup dan pola makan sehat melalui metode Eating Clean. Yuk, Kawanita, kita mulai hidup sehat dari sekarang! Selamat mencoba.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *